-->

Header Menu

BUSER BHAYANGKARA NEWS | BERITA INDEPENDEN | AKTUAL | TERPERCAYA |
Cari Berita

buserbhayangkaranews.id

Advertisement



Berita Terbaru

[getBlock results="5" label="recent" type="block1"]

Bupati Bandung Tinjau Lokasi Banjir di Desa Panyadap, Tiga Pilar Desa Panyadap Lakukan Pengamanan dan Pendampingan

16 Maret 2026




Polresta Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan kunjungan kerja ke lokasi terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cisungalah di Kampung Puja, Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Minggu (15/03/2026).


Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono S.H, S.I.K, M.H CPHR Melalui Kapolsek Solokanjeruk Iptu Fathan Malisi S.H menjelaskan Kunjungan tersebut mendapat pengamanan serta pendampingan dari unsur Tiga Pilar Desa Panyadap, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa setempat, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.


Bhabinkamtibmas Desa Panyadap Aiptu M. Sanusi, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan agenda peninjauan langsung lokasi terdampak jebolnya tanggul sungai yang menyebabkan banjir di wilayah tersebut.


Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada perwakilan warga yang terdampak bencana sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mengalami musibah.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten Bandung di antaranya Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Kesbangpol, Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Kabag Kesra Kabupaten Bandung, perwakilan BBWS Provinsi Jawa Barat, Camat Solokanjeruk, unsur TNI-Polri, Satpol PP, serta perangkat Desa Panyadap.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera melakukan pendataan terhadap warga yang menempati bantaran Sungai Cisungalah. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum dilaksanakan penertiban dan program revitalisasi melalui normalisasi sungai.


Rencana normalisasi tersebut di antaranya dengan melebarkan aliran Sungai Cisungalah sekitar 2 meter dengan panjang kurang lebih 1 kilometer guna mencegah terjadinya banjir serupa di kemudian hari.